SURABAYA — Kontes Robot Indonesia (KRI) 2007 akan mengambil tema Pencarian Pulau Komodo yang diadopsi dari tema besar yang dipilih penyelenggara Robocon Hanoi, Vietnam, Halong Buy Discovery. Sementara, untuk Kontes Robot Cerdas Indonesia, tetap pada tema tahun sebelumnya yaitu Robot Cerdas Pemadam Api.
”Perbedaannya dengan tahun lalu terletak pada aturan main yang nanti ditentukan panitia,” ungkap Gigih Prabowo, salah seorang anggota dewan juri KRI dan KRCI yang akan digelar 2 dan 3 Juni 2007 dalam acara sosialisasi KRI-KRCI di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya.
Tahun ini, katanya, beberapa aturan untuk menentukan tim dapat lolos ke putaran final dilakukan beberapa perubahan, dengan harapan kualitas dan persaingan antar peserta makin meningkat. Sebelumnya, panitia menentukan tim lolos atau tidaknya pada proposal yang dibuat atau dikirim hingga batas akhir 15 Januari.
”Pada tahun ini tidak. Semua proposal akan dinyatakan lolos, tapi penentuannya akan dilihat dari laporan hasil kemajuan yang diterima panitia paling akhir pada 19 Maret,” katanya. Artinya, peserta tidak hanya dituntut untuk membuat proposal, tapi juga diminta untuk merealisasikan ide dan gagasan mereka dalam bentuk jadi yang dikirim ke panitia dalam bentuk rekaman video atau foto-foto.
Gigih menjelaskan, pelaksanaan sosialisasi di ITS adalah putaran terakhir dari 10 kota yang telah dijadwalkan panitia. Kesepuluh kota itu masing-masing Manado, Banjarmasin, Denpasar, Medan, Padang, Batam, Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya dan Malang. ”Kami melihat antusiasme para mahasiswa untuk mengikuti kontes ini cukup baik. Ini terbukti beberapa sosialisasi yang diadakan panitia selalu dihadiri lebih dari seratus mahasiswa,” katanya. Dikatakannya, pemenang KRI akan mewakili Indonesia ke Hanoi, Vietnam, dalam acara Kontes Robot Internasional pada 26 Agustus 2007.
Menurut Gigih, yang membedakan KRI dan KRCI adalah pada aturan main. KRI lebih bersifat game atau permainan yang aturannya mengadopsi dari Kontes Robot Internasional yang akan di gelar di Hanoi, Vietnam. ‘”Sedangkan KRCI lebih menekankan pada tingkat kecerdasan robot yang diadopsi dari lomba robot yang diselenggarakan oleh Rinity College, Hartford, Connecticus, AS,” katanya.
Sementara itu, Pembantu Rektor III ITS, Achmad Jazidie, berharap, peserta Jawa Timur akan mendominasi kontingen. Tahun lalu, peserta dari Jatim khususnya Surabaya adalah yang terbanyak. Sekarang, karena Surabaya atau ITS menjadi tuan rumah, maka diharapkan jumlahnya akan lebih banyak lagi.
Sumber : Republika – Selasa, 12 Desember 2006
Ikutan donk!… boleh ngga?