DENPASAR — Untuk menekan mahalnya harga produksi listrik di kawasan Nusa Penida, kabupaten Klungkung, Bali, PT PLN (Persero) Distribusi Bali akan mengembangkan pembangkit listrik menggunakan tenaga buah jarak. Hal itu, kata GM PT PLN setempat, Ngurah Adnyana, telah diujicobakan dan memberikan hasil yang cukup memuaskan.
”Kini kita sedang menggalakkan agar masyarakat ramai-ramai menanam pohon jarak,” kata Adnyana, di Denpasar, Senin (18/12) dalam acara jumpa wartawan sehubungan dengan evaluasi terhadap kinerja PLN Distribusi Bali pada 2006 dan rencana kerjanya pada 2007. Pada acara itu, Adnyana didampingi para pejabat di lingkungan PT PLN Distribusi Bali.
Dikatakannya, biaya produksi listrik di Nusa Penida tergolong tinggi, yakni mencapai Rp 2.500 per KWH, sedangkan PLN menjualnya dengan harga Rp 500 per KWH. Dengan demikian lanjut Adnyana, PLN harus mensubsidi Rp 2.000 per KWH. Sedangkan di Bali lanjut Adnyana, biaya produksi atau harga beli listrik per KWH mencapai Rp 973,7, sedangkan PLN menjualnya dengan harga Rp 686,19.
Tentang pembangunan pembangkit listrik tenaga alternatif di Nusa Penida, dikatakan Adnyana sebenarnya sudah dilakukan dengan menggunakan tenaga angin atau PLT Bayu. Pembangkit listrik ini katanya, merupakan yang pertama di Indonesia dan yang terbaik. Tetapi, lanjut Adnyana, hanya dioperasikan pada saat kondisi angin lagi bagus. Sedangkan bila kondisi angin kurang mendukung, maka yang dioperasikan adalah PLTD yang sudah ada sebelumnya. ”Jadi, kita terus mengembangkan pembangkit-pembangkit alternatif, yang biayanya murah dan ramah dengan lingkungan,” katanya.
Mengenai pengembangan PLT Jarak, dikatakan Adnyana, PLN bekerja sama dengan Pemkab Klungkung mendorong masyarakat untuk menanam pohon jarak. Buah jarak, lanjutnya, bisa menjadi biofuel, untuk menggantikan BBM, yang harganya lebih murah. Selain masyarakat diberi bibit dan dibimbing cara menanamnya, hasil panen mereka juga dibeli oleh PLN. Dari hasil uji coba lanjut Adnyana, ternyata PLT Jarak memiliki suhu gas buang yang lebih rendah dari BBM.
Sementara itu, berkaitan dengan tekad PLN Distribusi Bali untuk membangun pembangkit listrik yang ramah lingkungan, untuk menunjukkan sikap yang sama, mulai Januari 2007, PLN wilayah Bali akan menerapkan kebijakan bebas merokok di lingkungan kantor PLN. Dengan kata lain lanjut Adnyana, tidak ada yang diperkenankan merokok di lingkungan kantor PLN di seluruh Bali.
Sumber : Republika – Selasa, 19 Desember 2006
bagaimana mekanisme kerja dari penggunaan jarak itu sendiri?
apa seperti diubah menjadi bio fuel, kemudian digunakan untuk menggerakkan sesuatu guna membangkitkan listrik?
tolong jawab ya..bisa kirim ke e-mail saya.